Guruku Tersayang…..
Ach sudah lama rasanya aku bekerja di tempat aku mencari sesuap nasi, aku bekerja diposisi paling bawah sekali… dan aku tidak menyesalinya sama sekali, kadang lelah dan letih ku jalani dengan senyuman walaupun pinggang serasa akan copot……
Aku mempunyai calon istri….yang insya allah ini aku nikahkan, dan semoga allah meridhoi rencanaku ini, ntah kenapa aku bangga kepada sang calon istriku yang berprofesi sebagai tenaga pengajar itu…. karna ia tidak mempermasalahkan apa kerjaku dan status kerjaku??????
Disaat istirahat kantor… kumenyempatkan diri datang kesekolah dimana calon istriku memberikan ilmu pasti kepada calon penerus bangsa, untuk dijemput pulang, disaat ku menunggu di sekolah untuk menjemput…. suara-suara merdu dan gaduh tercampur dari kelas tempat ia mengajar, ku berkata dalam hati……. betapa bangganya ku mempunyai calon seperti ia. walaupun ia sering bercerita suka dan dukanya mengajar sehingga banyak dukanya yang membuat ia terasa sedih, hanya tetap!!! kebanggaan ku selalu ada untukmu.
Kuberpikir betapa beratnya tanggung jawab ia…. karna ia harus benar-benar memberi ilmu pasti untuk kelulusan sang penerus bangsa…walaupun apa yang didapatnya tak sepadan begitu juga murid yang selalu ribut dan ngeyel disaat diberi pelajaran ilmu pasti itu, begitu juga kucuran keringat untuk melangkah ketempat mengajarnya…… dan otak berpikirnya.
Semoga……. semangatnya tak akan luluh demi mencerdaskan penerus bangsa, karna mereka sangat berharap kedatanganmu diruang pembelajarannya. walaupun apa yang kau dapat belum kau rasakan teramat besar, hadapilah dengan senyuman walupun kau merasa sedih,dan sakit.
Masih kah tertera slogan GURU TANPA TANDA JASA………..
Bagiku……. hanya GURUKU TERSAYANG……………..
Maret 27, 2008 pada 1:46 am
Eheheeuummmm

yang disayang
yang disayang
he…he…..
Maret 27, 2008 pada 2:51 am
mentang2 calon istrinya guru

iya dong?????
Maret 27, 2008 pada 5:40 am
duuuh…yang punya calon istri guru
he…he…
Maret 27, 2008 pada 7:16 am
salam untuk calon istrinya itu ya mas..
insya allah nti aku salamin. Thanks ya
Maret 27, 2008 pada 11:48 am
wadew.. ternyata sang guru tersayang adalah sang calon istri to..



moga secepatnya jadi istrinya
amiiin…
makaih ya……lam knal okeh.
April 15, 2008 pada 5:40 am
Guru itu emang profesi yang pualliiiinggg susah buat dijalanin!
Waktu kuliah aku pernah jadi guru di suatu bimbingan belajar. Muridnya satu kelas cuman 20 orang aja, cuapeknya luar biasa begitu selesai ngajar. Padahal ngajarnya hanya 4 jam.
Gak kebayang guru2 kita dulu, apalagi guru SD. Membayangkan mengajari 40 orang anak dalam satu kelas SEPANJANG HARI, kayaknya aku gak bakal kuat hehe…
lam kenal ya……kamu tinggal dmana btw prnah jd guru ngajar apa ya….. tapi kesian ya gajinya kecil padahal smua muridnya hampir bnyk yg sukses karna ajaran guru pd waktu sekolah
~jadi kangen ama guru2ku di kampung~
Mei 7, 2008 pada 4:40 am
Membayangkan kalian berdua itu.. So sweeeeett…. *sirik banget nih ceritanya*
ya..nanti jg akan seperti saya???
apa udh nikahnich, bs agi2 ilmu nich kalo udhnikah